Agar Sehat dan Indah

  • koran-tempo

Payudara tak hanya harus indah, tetapi juga sehat-caranya, cukup pilih penyangga yang paling nyaman dengan ukuran setepat mungkin. Tapi jangan malu kalau diukur detail! Suka atau tidak, payudara wanita dikenal sebagai identitas yang memiliki daya tarik seksual. Seperti halnya rambut sebagai mahkota, payudara merupakan salah satu sisi keindahan seorang wanita. Tanpa perawatan, seperti halnya rambut dan kulit, keindahan itu memudar.

Tak hanya itu, buah dada ini perlu penyangga yang benar biar tetap sehat. Apa dampak bila si penyangga tak tepat? Pernah terpikir mengapa payudara turun, tidak kencang, lembek, mengecil, atau putingnya tertarik masuk ke dalam? Faktornya memang banyak, seperti usia, menyusui dan gaya hidup. Bahkan peran gravitasi bumi membuat payudara turun hingga kendur.

Tak itu saja, ternyata bentuk payudara setiap wanita berbeda. Ada yang bulat, oval, memanjang, dan lainnya. Tanpa disadari, beragamnya problem seputar payudara menyebabkan kaum Hawa ini memilih bra yang salah. Akibatnya penampilan kurang rapi, tidak nyaman, buah dada sering mengalami guncangan, menjadi lembek serta mengecil.

Jangan khawatir, ada solusi nya! Fenny, terapis sekaligus pemilik bra Elling, mencoba menyiasati masalah ini. Sejak 1999 ia membuat bra kesehatan yang bisa mengatasi semua keluhan wanita seputar payudara. Bermula dari pengalamannya sendiri, kesulitan mendapatkan BH yang nyaman, enak dan membikin payudara sehat.

Untung ia memiliki pengetahuan tentang kesehatan payudara dan punya kemampuan menjahit. Kedua hal itu digabungkan dan hasilnya adalah bra kesehatan atau treatment bra. Apa keistimewaannya? “Bra ini bukan produk massal yang biasa dijual di gerai atau toko pakaian dalam. Elling bra dapat meminimalkan masalah-masalah seputar payudara dan secara alamiah dapat menaikkan atau mengenyalkan kembali payudara sekaligus membesarkan atau mengecilkan sampai ke ukuran dan bentuk payudara yang ideal. Bra ini mencegah payudara turun dan kendur sehingga menjadi sehat dan indah,” katanya.

Wanita berkacamata ini menambahkan, untuk memperoleh bra ini, seseorang harus melalui pengukuran yang detail, seperti mengukur lingkar dada atas, lingkar dada bawah, jarak dan tinggi putingnya. “Pengukuran ini penting, sebab sesuai dengan sifat alamiah wanita yang selali ingin diperhatikan,” ucapnya sambil mengatakan, branya juga diminati kalangan selebritas, di antaranya salah satu finalis Indonesian Idol dan beberapa penyiar TV.

Awalnya, Fenny hanya membuat untuk dirinya sendiri. Namun, keluarga, kerabat dan teman dekatnya tertarik. Tak ia sangka juga, ia menerima pesanan yang membludak berkat cerita dari mulut ke mulut. Sejak tahun 2000 Fenny memasarkan Elling Bra dengan serius. Karena ia menganggap produknya khusus bra kesehatan, ia bekerja sama dengan berbagai klinik seperti klinik Esther, Jakarta Breast Center (JBC). Di klinik-klinik tersebut ada rekomendasi dari para dokter.

“Bra saya tidak dijual bebas di toko-toko pakaian dalam, tapi ke klinik-klinik tadi. Atau biasanya yang ingin pesan telpon ke saya, lalu saya datang untuk melakukan pengukuran. Penting bagi saya, setiap wanita yang ingin pakai bra ini harus menyebutkan profilnya melalui usia, berat, dan tinggi badan, status sudah menikah atau tidak. Itu sebagai petunjuk untuk memastikan bra yang akan dikenakannya nanti,” kata Fenny. Ia menambahkan, harga per satu set terdiri dari dua buah Rp 400 ribu. Tersedia dalam berbagai ukuran dan warna, seperti hitam, krem, coklat dan merah muda.

Ia menambahkan, branya bisa dipakai untuk wanita berusia 10-75 tahun. Dalam sebulan ia bisa menjual 100-200 buah. Peminat juga tak hanya lokal, tapi juga dari Malaysia, Singapura, Australia, Jerman dan AS. “Banyak yang minta saya bikin gerai khusus, tapi saya tidak mau karena saya bikinnya sesuai dengan pengukuran dan order. Paling penting saya ekslusif.”

Ia menyebutkan, produknya disesuaikan dengan kondisi Indonesia sebagai negara tropis. Ia menggunakan bahan elastis untuk menyanggahnya dan katun 100 persen sebagai pengganti kawat. Penggunaan tali yang tidak elastis tapi fleksibel hingga BH tetap dapat dinaikkan dan diturunkan tanpa pemakainya takut merasa sesak.

Untuk cup ia tidak memakai busa sama sekali. Ia memakai bahan brokat yang sifatnya menempel dan membungkus dengan baik dan terdapat sirkulasi udara. Fenny pun menyebut beberapa keunggulan bra yang disesuaikan dengan ukuran payudara, bentuk tubuh, lingkar badan dan cup untuk mencapai ukuran dan bentuk payudara ideal.

BH buatannya memang tergolong unik, bentuknya seperti penutup dada ibu menyusui. Bagian cup dan areola memiliki kait yang bisa dibuka. Tujuannya, agar bagian buah dada yang nyumpel ke ketiak dan seputar dada bisa dirapikan dengan jari-jari tangan. Setelah semua tertutup rapi, baru pengaitnya disambungkan. Dilanjutkan dengan merapikan tali yang bisa disetel fleksibel.

Ia menegaskan, Elling bra juga dapat memegang, menyanggah payudara secara tepat sehingga tidak mudah terguncang. Selain itu, bisa menaikkan dan mencegah payudara turun, lembek, serta mengecil. Nilai tambah lain, BH ini juga bisa menghaluskan kulit sekitar payudara, dapat memperbaiki bentuk payudara yang asimetris atau tidak sama besarnya. Ia menjamin secara alamiah, kutang buatannya memenuhi kenyamanan, keindahan, dan kesehatan payudara.

“Sebab dalam hitungan waktu sebulan sampai enam bulan pemakai branya akan menikmati hasilnya, asalkan ia konsisten terus memakai. Mutu produk bra ini pun tahan, tidak kalah dengan merek lain karena bahan bakunya impor. Tak mengherankan bra ini kekuatannya bisa setahun lebih,”

FennyElling Bra

Dokter Soehartati Gondhowardjo dari JBC mengatakan, pemakaian bra yang tepat punya andil penting yang ikut menentukan kesehatan payudara. Maklum, manusia harus melalui sebuah proses alami seperti menjadi tua, kehilangan elastisitas kulit dan involusi kelenjar payudara, adanya pengaruh gravitasi, turunnya berat badan, kehamilan, dan menyusui. Semuanya bisa mengubah bentuk dan kekencangan buahnya, misalnya kendur, menggantung, kekurangan massa, dan tidak kenyal. Belum lagi letak puting susu dan areola tidak lagi menatap ke depan. Nah, tak mau kondisi ini datang begitu cepat kan?

SUMBER

[Hadriani P, Koran Tempo]
Koran Tempo, Tanggal 17 Desember 2004

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
0 Comments
0 Pings & Trackbacks

Leave a Reply